Kecamatan Ketanggungan

Keluarga Besar Pegawai/Karyawan/Karyawati Kecamatan Ketanggungan.

Gerakan Kembali Bersekolah

Rapat Kerja Gerakan Kembali Bersekolah Bersama Ibu Bupati Brebes.

SK Penempatan Tugas Sekretaris Desa

Penyerahan SK kepada para Sekretaris Desa untuk melaksanakan tugas ditempat yang baru.

Tinjau Langsung Lokasi...

...Pak Camat bersama "Pengukur Jalan"...lagi mlaku-mlaku...

Rabu, 20 Desember 2017

Website DESA.ID

Hingga akhir tahun 2012, desa belum memiliki domain internet “Resmi”. Saat itu masih berlaku, Permenkominfo No. 28 Tahun 2006 tidak mengakui desa sebagai bagian dari Pemerintahan Republik Indonesia, sehingga tidak dapat menggunakan domain “go.id”. Karena itu desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) kemudian menggagas usulan domain internet Indonesia khusus untuk desa “desa.id”.
Diusulkan dan dibahas di forum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sejak akhir Desember 2012, kemudian diusulkan resmi dalam forum Diskusi Umum Terbuka PANDI, 12 Februari 2013, diterima dan disetujui Forum Nama Domain Indonesia, kemudian diluncurkan ke publik pada 1 Mei 2013.

Domain desa.id kemudian melahirkan semangat pemberdayaan masyarakat baru berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sehingga melibatkan ribuan Relawan TIK, Kemenkominfo RI dan lembaga / organisasi kemasyarakatan. Sejak 2013 muncullah gelaran event Festival DesTIKa, kemudian pada DesTIKa kedua tahun 2014 muncul kegiatan penganugerahan “DesTIKa desa.id Awards” dan melahirkan gerakan #1000webdesa dengan domain desa.id gratis pada 2013-2014 dengan lebih dari 2.000 desa penggunanya.
Pemerintah, melalui Permenkominfo No. 5 Tahun 2015 kemudian mengambilalih pengelolaan domain desa.id, mengakuinya menjadi domain instansi penyelenggara setara dengan go.id, mil.id dan .id milik pemerintahan Republik Indonesia. Sejak saat itu, pendaftaran dan pengelolaan domain desa.id dilayani oleh Registrar domain pemerintah, www.domain.go.id 
Adib Purnawan

SISTEM INFORMASI DESA & KAWASAN (SIDEKA)

Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa & Kawasan (BP2DK) mendorong sinergi antara gerakan desa membangun yang mewakili arus bawah dan gerakan membangun desa yang mewakili arus atas. Sinergi ini dapat terwujud salah satunya melalui implementasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA), baik di tingkat desa maupun supra-desa, seperti: kabupaten, provinsi, dan pusat.
SIDEKA sendiri mulai dikembangkan satu bulan setelah BP2DK berdiri, yaitu pada Desember 2014. Menariknya, SIDEKA dikembangkan secara gotong royong, persis sesuai dengan budaya yang hidup di perdesaan. Pengembangan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Hingga Agustus 2015, SIDEKA sudah digunakan di 2.128 desa di 62 kabupaten di 26 provinsi di Indonesia. Capaian ini terwujud berkat kesadaran dan keinginan desa untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Di tingkat desa sendiri, SIDEKA menjadi landasan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes), dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).
Ke depannya, implementasi SIDEKA di tingkat desa mampu dimanfaatkan oleh pemerintah supra-desa, seperti: kabupaten, provinsi, dan pusat. Mereka bisa merujuk SIDEKA untuk membuat program dan keputusan terkait desa. Saat ini, BP2DK masih terus meningkatkan kualitas SIDEKA. Targetnya, pada 2019 kelak, SIDEKA mampu menjadi bagian dari data tunggal yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.